Jumat, 01 Mei 2020

TULISAN 3 PRINSIP, KLASIFIKASI DAN DASAR HUKUM HAKI


Nama               : Erna Hestiani
NPM                : 22218292
Kelas                : 2EB15
Mata Kuliah     : Aspek Hukum Dalam Ekonomi #



CONTOH KASUS 2


ANAK PERUSAHAAN PT PURA GROUP DIGUGAT SOAL HAK CIPTA CUKAI

Reporter: Antara
Editor: Purwanto
Senin, 28 Oktober 2019 19:05 WIB

 
     TEMPO.CO, Jakarta -Dua anak perusahaan PT Pura Group, masing-masing PT Pura Nusapersada dan PT Pura Baturama, digugat ke Pengadilan Negeri Semarang atas dugaan pelanggaran hak cipta.

     Dalam sidang di Pengadilan Negeri Semarang, Senin, kedua anak perusahaan PT Pura Group tersebut digugat oleh pencipta hologramisasi atau kinegramisasi pita cukai tembakau atau rokok Kasim Tarigan.

     Kuasa hukum Kasim Tarigan, Andreas SH mengatakan kasus tersebut berawal ketika kliennya menciptakan suatu pengaman untuk cukai rokok.
Seiring berjalannya waktu, kata dia, ciptaan kliennya tersebut banyak dipalsukan.

     Menurut dia, karena banyak dipalsukan, kliennya membuat karya tulis tentang ciptaannya itu yang diberi judul Hologramisasi atau Kinegramisasi Pita Cukai Tembakau atau Rokok yang selanjutnya didaftarkan ke Direktorat Jenderal HKI Kementerian Hukum dan HAM dengan nomor 021812.
PT Pura Nusapersada, kata dia, diketahui mencetak dan menggabungkan cukai rokok dengan hologram sejak tahun 1996.

     Penggugat sebagai pencipta hologramisasi atau kinegramisasi pita cukai tembakau atau rokok ternyata tidak.pernah memperoleh royalti atas ciptaannya tersebut.

"Sejak 2005, penggugat sudah berupaya menyelesaikan perkara ini secara baik-baik. Namun tidak ada tanggapan dari tergugat," katanya usai sidang yang dipimpin Hakim Ketua Edi Suwanto tersebut.

     Bahkan, kata dia, penggugat justru kehilangan hak ciptanya yang sudah didaftarkan di Ditjen HKI.
"Penggugat sudah mengajukan blokir ke Ditjen HKI, namun tetap terjadi pengalihan hak," katanya.
Selain dua anak perusahaan PT Pura Group, penggugat juga menyertakan Ditjen HKI Kementerian Hukum dan HAM sebagai salah satu pihak yang digugat.

     Dalam gugatannya, penggugat menuntut uang ganti rugi Rp500 miliar yang merupakan pengganti royalti yang harus dibayarkan oleh PT Pura selama periode 2005 hingga 2019.
Persidangan di Pengadilan Negeri Semarang ini sudah memasuki tahap pembuktian dari kedua pihak.
Pihak penggugat maupun tergugat menyiapkan sejumlah ahli untuk membuktikan kebenaran dalam perkara ini.


Analisis : 

Dua anak perusahaan PT Pura Group yaitu PT Pura Nusapersada dan PT Pura Baturama, digugat ke Pengadilan Negeri Semarang oleh pencipta hologramisasi atau kinegramisasi pita cukai tembakau atau rokok Kasim Tarigan atas dugaan pelanggaran hak cipta suatu pengaman untuk cukai rokok. Dikarenakan ciptaannya banyak dipalsukan , penggugat mendaftarkan ciptaannya ke Direktorat Jenderal HKI Kementerian Hukum dan HAM dengan judul Hologramisasi atau Kinegramisasi Pita Cukai Tembakau atau Rokok.

PT Pura Nusapersada diketahui mencetak dan menggabungkan cukai rokok dengan hologram sejak tahun 1996. Namun, penggugat yang merasa sebagai pencipta tidak pernah memperoleh royalti atas ciptaannya tersebut. Bahkan, penggugat justru kehilangan hak ciptanya yang sudah didaftarkan di Ditjen HKI dan terjadi pengalihan hak. Oleh karena itu, penggugat juga menyertakan Ditjen HKI Kementerian Hukum dan HAM sebagai salah satu pihak yang digugat. Penggugat menuntut uang ganti rugi pengganti royalti yang harus dibayarkan oleh PT Pura selama periode 2005 hingga 2019.


TULISAN 2 PRINSIP, KLASIFIKASI, DAN DASAR HUKUM HAKI


Nama              : Erna Hestiani
NPM               : 22218292
Kelas               : 2EB15
Mata Kuliah    : Aspek Hukum Dalam Ekonomi #


CONTOH KASUS 1

SUMBER ALFARIA TRIJAYA (AMRT) DIGUGAT HAK CIPTA ATAS PROGRAM TABUNGAN SAKU

Oleh: Sinar Putri S.Utami
Minggu, 21 April 2019 14:19 WIB
Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Yoyok 



     KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) harus siap menghadapi gugatan di meja hijau. Gugatan itu terkait hak cipta Tabungan Saku yang diajukan Bambang Widodo dan Endang Tri Rubyanti S.

     Kedua penggugat menilai, AMRT telah melakukan pelanggaran hak cipta atas pelaksanaan program atau kegiatan Tabungan Saku. Sekadar tahu saja, Tabungan saku merupakan program belanja sambil menabung yang dilakukan AMRT bersama-sama dengan PT Bank Sahabat Sampoerna (BSS).

     Kuasa hukum kedua penggugat Daniel Alfredo mengatakan, sejatinya program Tabungan Saku yang diterapkan AMRT dan BSS ini mengikuti konsep milik kliennya. Yang mana, telah didaftarkan terlebih dahulu ciptaanya dengan nama Tabungan Anak Pintar Indonesia (TAPI) sejak 2010 di Ditjen HKI dengan nomor registrasi 053733.

"Bahkan klien kami pernah mempresentasi di beberapa tempat (untuk TAPI) bahkan sampai dengan pejabat Bank Indonesia dan di depan pejabat Aprindo (asosiasi pengusaha retail indonesia) dimana Alfamart sebagai anggotanya," jelas Daniel saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (21/4).

     Bahkan Daniel bilang, saat presentasi ke Aptrindo, Alfamart tidak memilik ketertarikan atas program TAPI ini. "Namun tiba-tiba 2015 BSS dan Alfamart mengeluarkan produk Tabungan Saku yang konsepnya dan banyak bagian serta kata-katanya sama dengan ciptaan klien," lanjut dia.
Maka dari itu, kedua penggugat tidak terima dan akhirnya mengajukan gugatan di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Daniel pun menyatakan, sebelum mengajukan gugatan pihaknya telah melakukan somasi beberapa kali.

     Pun somasi sempat berbuah mediasi di luar pengadilan, tapi sayangnya tidak mencapai kesepakatan. Adapun dalam gugatannya, Bambang dan Endang meminta ganti rugi materiil sebesar Rp 5,59 miliar dan immateril Rp 10 miliar.

     Bahkan keduanya juga menuntut AMRT dan BSS untuk mengadakan perjanjian kepada dirinya unty melanjutkan pelaksanaan program atau kegiatan Tabungan Saku dan membaur pemberian imbalan selaku pemilik Hak Cipta.

     Corporate Affair Director AMRT Solihin mengatakan, pihaknya cenderung mengikuti proses hukum yang ada. "Tapi bagi perusahaan Tabungan Saku ini merupakan program pembayaran biasa layaknya pembayaran listrik, air, atau tagihan lainnya," tuturnya kepada Kontan.co.id.
Pihaknya juga telah menyiapkan jawaban untuk disampaikan saat persidangan selanjutnya pada Senin (22/4) nanti.


Analisis :

         PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) diduga telah melakukan pelanggaran hak cipta atas Program Tabungan Saku. Program itu disebut menyerupai program TAPI milik Bambang Widodo dan Endang Tri Rubyanti yang telah lebih dulu terdaftar di Ditjen HKI. Yang membuat penggugat tidak terima dan mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga adalah karena terguga pelanggar hak cipta telah mengetahui program TAPI ini saat penggugat pernah mempresentasikannya didepan pejabat Aprindo (asosiasi pengusaha retail Indonesia) dimana Alfamart sebagai anggotanya, tetapi Alfamart tidak memilik ketertarikan atas program TAPI. Namun pada tahun 2015, BSS dan Alfamart mengeluarkan produk Tabungan Saku yang konsepnya dan banyak bagian serta kata-katanya sama dengan ciptaan penggugat.
         Sebelum mengajukan gugatan pihaknya telah melakukan somasi beberapa kali, tetapi tidak mencapai kesepakatan. Gugatan yang diminta oleh Bambang dan Endang adalah berupa ganti rugi materiil dan immateril. Bahkan keduanya juga menuntut AMRT dan BSS untuk mengadakan perjanjian untuk melanjutkan pelaksanaan program atau kegiatan Tabungan Saku dan membaur pemberian imbalan selaku pemilik Hak Cipta.




Sumber :

Senin, 30 Maret 2020

TUGAS 2 ESSAI_ PRINSIP, KLARIFIKASI, DAN DASAR HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI)

Nama               : Erna Hestiani
NPM                : 22218292
Kelas               : 2EB15
Mata Kuliah    : Aspek Hukum Dalam Ekonomi #


       1. Apa perbedaan Hak Merek dengan Hak Cipta?

           Hak Merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada pemilik merek yang terdaftar dalam daftar umum merek untuk jangka waktu tertentu dengan menggunakan sendiri merek tersebut atau memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya. Sedangkan , Hak Cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan ijin dengan tidak mengurangi ketentuan dalam undang-undang yang berlaku. 
  
      2. Sebutkan tiga jenis benda yang dapat di jadikan kekayaan atau Hak Milik?

    a. Benda bergerak, seperti emas, perak, kopi, teh, alat-alat elektronik, peralatan telekomunikasi dan informasi dan sebagainya;

    b. Benda tidak bergerak, seperti tanah, rumah, toko dan pabrik; 

    c. Benda tidak berwujud seperti paten, merek, dan hak cipta.

      3. Sebutkan dan jelaskan sifat-sifat HKI menurut Djumhana?

    a.       Mempunyai jangka waktu terbatas
 
    HKI memiliki jangka waktu yang terbatas, artinya hak yang diberikan kepada pencipta atau inventor tidak tak terbatas, dalam arti setelah habis masa perlindungannya ciptaan (penemuan) tersebut akan menjadi milik umum, tetapi ada pula yang setelah jangka waktu perlindungan habis, dapat diperpanjang, yaitu hak merek. 

    b.      Bersifat eksklusif dan mutlak, 
 
   Yaitu bahwa hak tersebut dapat dipertahankan kepada siapa pun. Pemilik hak tersebut dapat menuntut terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh siapa pun.

    c.       Bersifat hak mutlak yang bukan kebendaan 
 
   HKI memiliki sifat mutlak yang selama ini hanya diberikan kepada pemilikan benda/ kekayaan. Hal ini dikarenakan HKI merupakan bagian dari hukum harta benda.
    
      4. Sebutkan tiga dampak negatif yang ditimbulkan oleh sistem HKI menurut Tim Lidsey?

    1. Hak monopoli terbatas dari sistem HKI menimbulkan biaya tinggi; 

    2. Perusahaan-perusahaan yang memiliki HKI tidak mengeksploitasi inventoran mereka secara penuh kepada masyarakat karena mereka menyimpan HKI untuk kepentingan bisnis; 

    3. Sistem HKI dapat menghambat penyebaran ilmu pengetahuan.
   
      5. Apa saja tujuan dari HKI?

   1. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan peserta pelatihan dalam peraturan-peraturan, hukum yang berlaku serta sanksi-sanksi dalam penerapan HaKI.  

   2. Agar para peserta pelatihan mengetahui prosedure penerapan HaKI dan masalahmasalah yang dihadapi dalam pelaksanaan penerapan HaKI. 

   3. Agar para peserta termotivasi untuk menciptakan hal-hal baru di bidang produk industri yang menyangkut disain, proses produksi serta pemakaian merek sendiri.

TUGAS 1 SOAL PG_ PRINSIP, KLARIFIKASI DAN DASAR HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI)

Nama               : Erna Hestiani
NPM                 : 22218292 
Kelas                : 2EB15
Mata Kuliah    : Aspek Hukum Dalam Ekonomi #

  1. Hak Kekayaan Intelektual dikenal juga dengan IPRs , IPRs merupakan singkatan dari ... 
             a. Intellectual Property Rights
             b. Intellectual Properly Rights
             c. Integrate Property Rights
             d. Intellectual Property Lights
             e. Integrate Properly Rights

  2. Dalam HKI terndapat Prinsip Kebudayaan yang berarti HKI ...
a.       Berasal dari kegiatan kreatif suatu kemauan daya pikir manusia yang diekspresikan dalam berbagai bentuk yang akan memeberikan keuntungan kepada pemilik yang bersangkutan
b.      Dalam menciptakan sebuah karya atau orang yang bekerja membuahkan suatu hasil dari kemampuan intelektual dalam ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang akan mendapat perlindungan dalam pemiliknya.
c.       perkembangan ilmu pengetahuan, sastra, dan seni untuk meningkatkan kehidupan manusia
d.      hak yang oleh Hukum dan telah diberikan kepada individu merupakan satu kesatuan sehingga perlindungan diberikan bedasarkan keseimbangan kepentingan individu dan masyarakat.
e.       hak yang oleh Negara dan telah diberikan kepada individu merupakan satu kesatuan sehingga perlindungan diberikan bedasarkan keseimbangan kepentingan individu dan masyarakat

       3. Undang-Undang mengenai HaKI pertama kali di ...
a.       Brasil
b.      US
c.       Indonesia
d.      Perancis
e.       Italia

       4. Perlindungan Hukum terhadap Kekayaan Intelektual secara umum bertujuan untuk, kecuali ..
a.       Memberikan kepastian Hukum kepada para Pencipta dan/atau Penemu terhadap status Hukum dari hasil Ciptaan dan/atau hasil temuannya
b.      Mendorong tumbuhnya daya kreativitas di dalam masyarakat
c.       Mendorong Publikasi hasil-hasil Ciptaan dan/atau temuan agar dapat di akses oleh masyarakat luas
d.      Membuat lingkungan masyarakat menjadi lebih aman
e.       Mencegah kemungkinan terjadinya Duplikasi dan peniruan karya Intelektual

       5.  Lembaga pemerintah yang bertugas untuk memastikan bahwa pemberian paten berjalan lancer sesuai dengan hukum paten yang berlaku disebut ..
a.       Kantor HKI
b.      Kantor Lisensi
c.       Kantor Perlindungan Hak Cipta dan Paten
d.      Komisi Banding
e.       Komisi HKI

TULISAN 1 MAKALAH_PRINSIP, KLASIFIKASI DAN DASAR HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI)

Nama           : Erna Hestiani NPM        
NPM             : 22218292
Kelas            : 2EB15
Mata Kuliah : Aspek Hukum Dalam Ekonomi #


                PRINSIP, KLASIFIKASI DAN DASAR HUKUM HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL (HAKI)

A. SEJARAH SINGKAT HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL

    Sejarah singkat HAKI berawal dari perkembangan zaman dimana teknologi komunikasi telah menciptakan kemudahan dalam berinteraksi antar manusia tanpa kendala jarak dan waktu baik melalui radio, televise, atau internet. Seluruh aktifitas manusia tentang tradisi, kebiasaan penduduk, adat istiadat, gaya hidup, fashion, perkawinan, perdagangan dan lain sebagainya dapat diketahui khalayak umum sehingga manusia dapat mengenal dan membuat tradisi yang baru dalam kehidupannya.
    HAKI pertama kali muncul di venesia-Italia yang berkaitan dengan paten yang kemudia peraturan tentang HAKI diadopsi oleh negara-negara di dunia. Setelah banyak negara menggunakan peraturan tersebut maka terjadilah harmonisasi HAKI dengan lahirnya Paris Convention untuk masalah Paten, merek dagang dan desain industry. Pada tahun 1886 diadakan Berne Convention untuk masalah hak cipta sehingga dari kedua konvensi tersebut terbentuk WIPO (World Intelektual Property Organization) yang khusus berada dibawah PBB yang menangani HAKI.
    Indonesia pun meratifikasi (adopsi konstitusi yang bersifat nasional) peraturan Internasional tersebut sehingga secara otomatis Pemerintah Indonesia wajib melaksanakan aturan WIPO tersebut. Untuk memperkuat dasar hukum pelaksanaan HAKI di Indonesia maka pemerintah membentuk Undang-Undang sebagai Sumber Hukum HAKI

B. PENGERTIAN HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL

    Definisi HaKI adalah hak eksklusif yang diberikan Pemerintahan kepada penemu / pencipta / pendesain atas hasil karya cipta dan karsa yang dihasilkannya. Hak eksklusif adalah hak monopoli untuk memperbanyak karya cipta dalam jangka waktu tertentu, baik dilaksanakan sendiri atau dilisensikan.

C. PRINSIP-PRINSIP HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

       Setiap Kekayaan Intelektual mempunyai ciri-ciri yang berbeda dan mempunyai fungsi yang berbeda pula, sehingga pemegang Hak atas suatu karya ciptaan nya secara tidak langsung mempunyai pengendali penuh atas suatu karya atau ciptaan yang telah di buat nya, serta tidak mengenyampingkan prinsip-prinsip Kekayaan Intelektual.

   1. Prinsip - prinsip Kekayaan Intelektual :

      a. Prinsip Ekonomi.
         Prinsip ekonomi, yakni hak intelektual berasal dari kegiatan kreatif suatu kemauan daya pikir manusia yang diekspresikan dalam berbagai bentuk yang akan memeberikan keuntungan kepada pemilik yang bersangkutan.
     
      b. Prinsip Keadilan.
         Prinsip keadilan, yakni di dalam menciptakan sebuah karya atau orang yang bekerja membuahkan suatu hasil dari kemampuan intelektual dalam ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang akan mendapat perlindungan dalam pemiliknya.
     
      c. Prinsip Kebudayaan.
         Prinsip kebudayaan, yakni perkembangan ilmu pengetahuan, sastra, dan seni untuk meningkatkan kehidupan manusia
     
      d. Prinsip Sosial.
         Prinsip sosial ( mengatur kepentingan manusia sebagai warga Negara ), artinya hak yang oleh Hukum dan telah diberikan kepada individu merupakan satu kesatuan sehingga perlindungan diberikan bedasarkan keseimbangan kepentingan individu dan masyarakat  
     
   2. Prinsip-Prinsip umum yang berlaku di dalam Kekayaan Intelektual

      a. Prinsip KI sebagai hak ekslusif
        Hak ini bersifat khusus dan hanya dimiliki oleh orang yang terkait langsung dengan Kekayaan Intelektual yang dihasilkan. Melalui Hak tersebut, pemegang Hak dapat mencegah orang lain untuk membuat, menggunakan atau berbuat sesuatu tanpa ijin
 
      b. Prinsip melindungi Karya Intelektual berdasarkan pendaftaran
        Secara umum, pendaftaran merupakan salah satu syarat Kekayaan Intelektual yang dihasilkan oleh seseorang. Prinsip ini mendasari semua UndangUndang KI di seluruh Dunia dan membawa konsekuensi bahwa pemilik Kekayaan Intelektual yang tidak melakukan pendaftaran tidak dapat menuntut seseorang yang dianggap telah menggunakan kekayaannya secara melawan Hukum. Secara umum, dikenal dua sistem pendaftaran KI, yaitu:
           * First To File System, berdasarkan pada pendaftar pertama. Artinya, jika ada dua orang yang mendaftarkan Kekayaan Intelektual pada hari yang sama dengan objek yang sama, pihak yang mendaftar terlebih dahululah yang diprioritaskan untuk diproses.
           * First  To  Use  System,  berdasarkan  pada  pengguna  pertama.  Artinya, pemilik Kekayaan Intelektual yang akan didaftar adalah orang pertama yang menggunakan kekayaan intelektual tersebut.

      c. Prinsip perlindungan yang dibatasi oleh batasan teritorial.
        Sistem  ini  mengatur  bahwa  pendaftaran  yang  melahirkan  perlindungan hukum bersifat teritorial. Artinya, perlindungan hukum hanya diberikan ditempat pendaftaran tersebut dilakukan.
 
      d. Prinsip adanya pemisahan antar benda secara fisik dengan KI yang terdapat di dalam benda tersebut.
        Sistem ini bersifat sangat unik dan merupakan ciri khas KI karena di dalam cabang Hukum lain yang bersifat berwujud (tangible), penguasaan secara fisik dari sebuah benda sekaligus membuktikan kepemilikan yang sah atas benda tersebut. Di dalam system Kekayaan Intelektual seseorang menguasai benda secara fisik tidak otomatis memiliki Hak Eksklusif dari benda fisik itu
   .
      e. Prinsip perlindungan Kekayaan Intelektual bersikap terbatas.
     Meskipun ada cabang Kekayaan Intelektual (merek) yang dapat diperpanjang jangka waktu perlindungannya, secara umum jangka waktu perlindungan Kekayaan Intelektual tidak selamanya atau bersifat terbatas.  Tujuan pembatasan perlindungan ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat   untuk mengakses Kekayaan Intelektual tersebut secara optimal melalui usaha-usaha pengembangan lebih lanjut dan sekaligus mencegah monopoli atas kekayaan intelektual tersebut.

      f. Prinsip Kekayaan Intelektual yang berakhir jangka waktu perlindungannya berubah menjadi public domain.
         Kekayaan Intelektual yang telah berakhir jangka waktu perlindungannya akan menjadi milik umum (public domain). Semua orang berhak untuk mengakses Kekayaan Intelektual yang telah berakhir jangka  waktu  perlindungannya.  Pasca  berakhirnya Perlindungan Hukum,  pemegang Kekayaan Intelektual tidak   boleh   menghalangi atau melakukan tindakan seolah-olah masih memiliki hak eksklusif.
 
D. KLASIFIKASI HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

    Kekayaan intelaktual dibagi menjadi dua bagian klasifikasi dimana dua golongan besar hak atas kekayaan intelektual tersebut, yakni

   1. Hak Cipta

      * Hak Cipta adalah hak yang mengatur karya intelektual di bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang dituangkan dalam bentuk yang khas dan telah dituangkan dalam wujud tetap, atau dengan kalimat lain adalah hak cipta adalah hak eksklusif yang diberikan negara bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan, memperbanyak ciptaannya, atau memberi izin untuk tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

      * Pencipta adalah seorang atau beberapa orang yang secara bersama-sama yang atas inspirasinya melahirkan suatu ciptaan berdasarkan kemampuan.

      * Perlindungan Hak Cipta adalah Perlindungan terhadap suatu ciptaan timbul secara otomatis sejak ciptaan itu diwujudkan dalam bentuk nyata. Perlindungan hak cipta tidak diberikan kepada ide atau gagasan, karena karya cipta harus memiliki bentuk yang khas, bersifat pribadi dan menunjukkan keaslian sebagai ciptaan yang lahir berdasarkan kemampuan, kreatifitas atau keahlian, sehingga ciptaan itu dapatdilihat, dibaca atau didengar.

   2. Hak kekayaan industri

      a. Paten
        Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

      b. Hak desain industri
        Perlindungan terhadap kreasi dua atau tiga dimensi yang memiliki nilai estetis untuk suatu rancangan dan spesifikasi suatu proses industri.
         * Syarat Desain Industri
           1. Memiliki unsur kebaruan.
           2. Memiliki nilai estetika
           3. Kreasi suatu desain dapat dilihat baik dengan kasat mata maupun menggunakan alat bantu.
           4. Dapat diproduksi secara masal baik dengan mesin maupun tangan sepanjang jika diproduksi akan memberikan hasil yang konsisten.

         * Karakteristik Desain Industri:
           1. Perlindungan selama 10 tahun, tidak dapat diperpanjang.
           2. Dapat mempengaruhi psikologis pembeli
           3. Meningkatkan nilai jual
           4. Sarana kompetisi
  
      c. Merek

        Berdasarkan UU No. 15 Tahun 2001, Merek adalah suatu tanda yang berupa: gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.

      d. Indikasi Geografis

        Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukan daerah asal suatu barang, yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan.Pihak yang dapat mengajukan permohonan.

      e. Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST)

        Menurut UU No 32 Tahun 2000, Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara Republik Indonesia kepada Pendesain atas hasil kreasinya, untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri, atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakan hak tersebut.

      f. Rahasia Dagang

        Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang. Perlindungan atas rahasia dagang diatur dalam Undang-undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang (UURD) dan mulai berlaku sejak tanggal 20 Desember 2000.

      g.  Perlindungan Varietas Tanaman (PVT)

        Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) adalah perlindungan khusus yang diberikan negara yang diwakili oleh pemerintah dan pelaksanaannya dilakukan oleh kantor PVT (Pusat PVTPP), terhadap varietas tanaman yang dihasilkan oleh pemulia tanaman melalui kegiatan pemuliaan. Hak PVT merupakan hak khusus yang diberikan negara kepada pemulia/pemegang hak PVT untuk menggunakan sendiri atau memberikan persetujuan kepada orang/badan hukum lain untuk menggunakannya selama jangka waktu tertentu.

E. PERKEMBANGAN PERATURAN HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL DI INDONESIA

    Secara historis, peraturan yang mengatur HKI di Indonesia, telah ada sejak tahun 1840-an. Pada tahun 1885, pengaturan tentang merek versi Hindia Belanda mulai diberlakukan oleh pemerintah kolonial di Indonesia. Berikutnya pada tahun 1912 dalam Reglement Industrial Eigendom yang dimuat dalam Statblad No. 545 Tahun 1912 dikeluarkan pengaturan tentang merek yang diberlakukan di wilayah Hindia Belanda. Pada tahun yang sama pemerintah Hindia Belanda memberlakukan Octroi Wet yang dimuat dalam Statblad No. 313 Tahun 1910 mengatur tentang Paten. Dua tahun kemudian pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan pengaturan tentang Hak Cipta yang dimuat dalam Statblad No. 600 Tahun 1912 tentang Auteurswet 1912. Dalam skala internasional Pemerintah Belanda berikut negara jajahannya turut meratifikasi Bern Convention tahun 1886 (ratifikasi tahun 1914) tentang Hak Cipta dan Paris Convention 1883 tentang Paten (ratifikasi tahun 1888). Pada masa pendudukan jepang, peraturan di bidang HKI peninggalan Kolonial Belanda tersebut tetap terus diberlakukan. Kebijakan pemberlakuan peraturan HKI produk kolonial ini tetap dipertahankan sampai saat Indonesia meraih kemerdekaan pada tahun 1945. Akan tetapi khusus mengenai pengaturan tentang Paten yang dimuat dalam Octrooi Wet Staatblad No. 313 Tahun 1910 itu dikecualikan pemberlakuannya karena ada salah satu pasal yang bertentangan dengan prinsip kedaulatan negara Republik Indonesia yang ketika itu baru saja berlaku.
    Perkembangan peraturan nasional di bidang HKI mengawali perubahan besar-besaran di awal tahun 2000-an dengan lahirnya beberapa peraturan perundang-undangan di bidang HKI. Pada tahun 2000 Indonesia melahirkan beberapa peraturan baru di bidang HKI seperti Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2000 Tentang Perlindungan Varietas Tanaman, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang, dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2000 Tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu. Pada tahun 2001 Indonesia melakukan pembaharuan peraturan di bidang Paten dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2001 dan mengenai merek melalui lahirnya Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001. Selanjutnya pada tahun 2002 lahirlah Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta. Kini telah terjadi pembaharuan kembali dalam beberapa bidang HKI di Indonesia dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta, Undang-Undang Nomor 13 tahun 2006 Tentang Paten, dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Hak Merek yang kini juga ditambahkan dengan pengaturan mengenai Indikasi Geografis.

F. DASAR HUKUM HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL

    Dasar-dasar hukum yang berkaitan dengan Hak Atas Kekayaan Intelektual adalah peraturan yang mengatur tentang semua hal yang berkaitan dengan HAKI. Peraturan-Peraturan tentang HAKI antara lain:

   1. UU No. 28 tahun 2004 tentang Hak Cipta.

     * Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
     * Pemegang hak cipta adalah pencipta sebagai pemilik Hak Cipta, pihak yang menerima hak tersebut secara sah dari pencipta, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak dari pihak yang menerima hak tersebut secara sah.

   2. UU No. 20 tahun 2016 tentang Merek.

     * Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan, warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.
     * Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan

   3. UU No. 13 tahun 2016 tentang Paten.

     * Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya dibidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.
     * Pemegang Paten adalah Inventor sebagai pemilik Paten, pihak yang menerima hak atas Paten tersebut dari pemilik Paten, atau pihak lain yang menerima lebih lanjut hak atas Paten tersebut yang terdaftarr dalam daftar umum Paten.

   4. UU No. 31 tahun 2000 tentang Desain Industri.

     * Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan dari padanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memebrikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang komoditas industry, atau kerajinan tangan.
     * Hak Desain Industri adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara Republik Indonesia kepada pendesaian atas hasil kreasinya untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri, atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakan hal tersebut.

   5. UU No. 32 tahun 2000 tentang DTLST (Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu)

     * Sirkuit Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu di dalam sebuah bahan semikonduktor yang dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik.
     * Desai Tata Letak adalah kreasi berupa rancangan peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif, serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu Sirkuit Terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut dimaksudkan untuk persiapan pembuatan Sirkuit Terpadu.

   6. UU No. 30 tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.

     * Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/ atau bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang.
     * Hak Rahasia Dagang adalah hak atas rahasia dagang yang timbul berdasarkan Undang-Undang ini.



DAFTAR PUSTAKA

Sandi Pangarso, Iwan (2017) Pengantar kekayaan Intelektual. UMG Press. ISBN: 978-602-50818-5-9
Sunaryati Hartono, Hukum Ekonomi Pembangunan Indonesia, Cetakan Pertama, Binacipta, Bandung, 1982, hlm 124.
Mujiyono, dan Feriyanto.2017. Memahami dan Cara Memperoleh Hak Kekayaan Intelektual. Yogyakarta : Sentra HKI Universitas Negeri Yogyakarta
HAKI DAN IMPLEMENTASINYA TERHADAP LITBANG, INVESTASI & INOVASI DI INDONESIA, Direktorat Jendral Industri Kecil Menengah, Tahun 2007.
Shohbib Muslim, Khotbatul Laila., 2018 Hukum Bisnis Edisi Revisi, Halaman 182, UPT Percetakan dan Penerbitan Polinema Pers.
Sujana Donandi S.,September 2019, Hukum Hak Kekayaan Intelektual Di Indonesia (Intellectual Property Rights Law in Indonesia,  Halaman 15 dan 1, Penerbit CV BUDI UTAMA.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2016 Tentang Paten.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2000 Tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2016 Tentang Rahasia Dagang.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2016 Tentang Desain Industri.